“Berapa lama kau akan terus terbaring disini?” Suaranya samar, aku tidak terlalu mendengarnya jelas. Aku menutup mataku lagi seperti tidak sedang mendengar apapun. Sebentar sekali rasanya mataku terpejam, aku butuh sedikit lagi. “jam berapa ini?”. Tanganku meraba seluruh area tempat tidur cepat, mencari ponselku. “sebelas, kesiangan lagi rupanya”. Ia menjawab pertanyaanku singkat. Aku menyimpan kembali ponselku dari hadapan wajahku menuju meja kecil disamping tempatku berbaring. Aku melangkah turun dari ranjang, kulihat wajahnya dari cermin tidak bersemangat. “bersemangatlah” ujarku. Dia tertunduk sambil menggeleng pelan. Aku menatap kosong ke arah meja belajar. “berapa banyak hal lagi yang harus kau kerjakan hari ini? Bergegaslah kau tidak pernah mempunyai cukup waktu hanya untuk menatapnya saja”. Serunya, aku menatap wajahnya lalu menarik nafas panjang, berulangkali. “berapa banyak hal yang harus aku kerjakan hari ini?”. Tanyaku sambil mendekati meja belajar dan m...
When the world move fast, we only have one option to make it last, by capturing it with the tools that we have, that's why I'm obsessed with capturing moments into words.